
Invalid Date
Dilihat 11 kali

Karang Melok, Agustus 2026 – Tumpukan sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan di Desa Karang Melok mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas Muhammadiyah Jember (UNMUH) untuk mencari cara lain dalam memanfaatkannya. Tidak hanya melalui pembangunan TPS minim asap, mahasiswa juga mengolah sampah plastik menjadi eco brick yang kemudian diwujudkan dalam bentuk monumen berbentuk hati sebagai salah satu spot foto di Desa Karang Melok.
Program kerja pembuatan eco brick telah dirancang oleh mahasiswa KKN sejak awal pelaksanaan KKN. Prosesnya membutuhkan waktu, tenaga, dan keterlibatan mahasiswa secara bersama-sama. Pemilihan program ini tidak terlepas dari kondisi lingkungan desa, khususnya persoalan sampah plastik yang masih membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKN mengumpulkan dan memanfaatkan sampah plastik yang kemudian dimasukkan dan dipadatkan ke dalam botol plastik untuk dijadikan eco brick. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi upaya untuk mengurangi sampah plastik, tetapi juga menjadi wadah kreativitas mahasiswa dalam mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sebuah karya yang memiliki nilai guna.
Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kemudian menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan hasil eco brick tersebut menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati masyarakat. Eco brick yang telah dibuat disusun menjadi bentuk hati bernuansa merah dan putih, sekaligus menjadi bagian dari dekorasi perayaan kemerdekaan di Desa Karang Melok.
Monumen berbentuk hati tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai spot foto bagi masyarakat umum, khususnya warga Desa Karang Melok. Kehadirannya tidak hanya mempercantik suasana perayaan kemerdekaan, tetapi juga memperlihatkan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang kreatif dan memiliki nilai estetika.
Proses pembuatan eco brick juga menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa KKN Kelompok 21. Mereka bekerja bersama, mulai dari mengumpulkan sampah, mengolahnya menjadi eco brick, hingga menyusun setiap bagian menjadi sebuah bentuk yang utuh. Kekompakan tersebut menjadi bagian penting dalam menyelesaikan program yang sejak awal telah direncanakan oleh mahasiswa.
Meskipun pembuatan monumen eco brick ini bukan merupakan program yang secara langsung dapat dikategorikan sebagai program keberlanjutan, mahasiswa berharap karya tersebut dapat memberikan pesan mengenai pentingnya kepedulian terhadap sampah sekaligus meninggalkan sesuatu yang dapat dikenang oleh masyarakat.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 21 UNMUH Jember, monumen berbentuk hati tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar spot foto. Di balik botol-botol plastik yang tersusun menjadi satu kesatuan, terdapat proses, kebersamaan, dan kenangan selama menjalankan pengabdian di Desa Karang Melok.
Melalui karya tersebut, mahasiswa berharap keberadaan mereka tidak hanya meninggalkan program, tetapi juga meninggalkan kenangan di hati masyarakat Desa Karang Melok. Sebuah karya sederhana dari sampah plastik yang diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa pernah ada mahasiswa KKN yang hadir, berproses, dan menjadi bagian dari cerita Desa Karang Melok.
Bagikan:

Desa Karang Melok
Kecamatan Tamanan
Kabupaten Bondowoso
Provinsi Jawa Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini