
Invalid Date
Dilihat 29 kali

Bondowoso, 16 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar program BIOSMART (Biopori Smart Village) di Balai Desa Karangmelok, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Kamis (16/7). Program ini mengajak masyarakat mengolah sampah organik rumah tangga melalui inovasi biopori sederhana yang dipadukan dengan budidaya tanaman menggunakan polybag.
Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas Pemerintah Desa, ketua RT, anggota PKK, dan warga Desa Karangmelok. Program ini menyasar ibu-ibu karena sebagian besar warga telah memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran menggunakan polybag.
BIOSMART lahir dari hasil observasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa menemukan bahwa sampah organik rumah tangga, terutama sisa makanan, masih banyak yang dibuang begitu saja. Di sisi lain, masyarakat memiliki kebiasaan bercocok tanam di pekarangan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa menghadirkan inovasi berupa biopori sederhana menggunakan gelas plastik (cup) bekas yang ditempatkan di dalam polybag. Cara ini memungkinkan sampah organik terurai menjadi nutrisi bagi tanaman sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Pemerintah Desa Karangmelok, dilanjutkan penyampaian materi mengenai pengelolaan sampah organik dan manfaat biopori. Mahasiswa kemudian mendemonstrasikan cara membuat biopori menggunakan gelas cup bekas yang dipadukan dengan media tanam polybag.
Agar peserta dapat langsung mempraktikkan materi, mahasiswa membagikan bibit cabai, bibit terong, polybag, serta perlengkapan pembuatan biopori. Dengan pendampingan mahasiswa, peserta menyusun media tanam dan membuat biopori secara mandiri sehingga teknik tersebut dapat diterapkan di rumah.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengelolaan sampah organik, perawatan tanaman, hingga pengembangan biopori pada wadah tanam yang lebih besar.
Ketua KKN UIN Sunan Ampel Surabaya menyampaikan bahwa BIOSMART tidak hanya mengajarkan cara membuat biopori, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam mengelola sampah organik rumah tangga.
"Semoga hal kecil ini bisa berdampak dalam mengelola sampah, agar yang awalnya sia-sia bisa menjadi sesuatu yang berharga," ujarnya.
Melalui BIOSMART, mahasiswa berharap masyarakat dapat terus mengembangkan inovasi ini di lingkungan masing-masing. Dengan memanfaatkan sampah organik sebagai sumber nutrisi tanaman, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya Desa Karangmelok yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Bagikan:

Desa Karang Melok
Kecamatan Tamanan
Kabupaten Bondowoso
Provinsi Jawa Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini